-->

Saturday, 6 March 2021



 

Efek Vaksin

Sebagai ikhtiar menekan penyebaran Covid -19 di masyarakat, sejumlah pelayan publik termasuk para guru dan tenaga kependidikan berduyun-duyun ikut program vaksinasi. Pemerintah merencanakan dibulan juli tahun  ini, saat tahun ajaran baru dimulai,  sekolah bisa melakukan kegiatan  belajar mengajar secara tatap muka.

 


Beberapa  guru  ada yang menolak divaksin dengan berbagai alasan, walaupun kemudian dengan malu-malu akhirnya ikut juga  vaksinasi. Tak sedikit  dari kalangan guru yang ingin bersegera di vaksin lantaran tak mau jadi korban ganasnya covid -19.  Awalnya pemerintah menargetkan 10 ribu warga dari tenaga kesehatan yang divaksin perhari, namun berikutnya menargetkan 100 ribu perhari dan menyasar ke guru serta pelayan publik lainnya. Akhir juli target vaksinasi tuntas.

 

Entah ada perasaan senang, bangga maupun merasa orang pertama yang divaksin. Sejumlah guru sengaja memvideokan detik-detik proses vaksinasi. Sejumlah aksi tergambar jelas, ada yang mukanya pucat pasi, ada yang menjerit-jerit histeris, ada yang berkali-kali membaca basmalah dilanjukan dengan teriak takbir. Ada yang melakukan tawar menawar dengan dokter, “pak jangan sakit-sakit ya…saya takut” tawarnya sambil merayu. “Oh tidak ….enak kok” sahut dokter menghibur.

 

Rata-rata tensi darah guru naik signifikan. Mungkin ada rasa takut berlebihan, was-was maupun stress. Ada juga sambil menunggu dipanggil, guru serius  bermain game  dengan ponselnya, Ada juga yang bolak balik ke toilet, entah apa yang dicari.

 

Tetapi setelah dilakukan vaksin, banyak guru  memposting kartu bukti Vaksinasi Covid-19 dengan komentar haru dan bangga. “Saya sudah di vaksin”. Tujuannya baik, namun tidak dianjurkan karena meyangkut publish data pribadi.

Dan yang paling mengejutkan, ada beberapa guru setelah divaksin,  buru-buru masuk ke rumah makan padang, dan ternyata ia sangat lahap menyantap makanan khas padang itu. Ia pun membisikan kepada saya, “Pak Jangan takut di vaksin ya….”  

 

Post a Comment