-->

Friday, 21 February 2020

Polemik Merdeka Ujian Bagi Pendidikan Di Indonesia

Konsep merdeka belajar, perlahan sudah mulai diwujudkan. USBN dihapus, dan hanya ada ujian sekolah. Sekolah diberi wewenang penuh untuk menyusun kisi-kisi dan naskah soal.

Polemik Merdeka Ujian Bagi Pendidikan Di Indonesia

Gugus, KKM, KKG, MGMP tak boleh mengkoordinir, menghimpun ataupun menggerakkan anggota terkait naskah soal. MGMP hanya memferivikasi.

Sekolah dilepas untuk mandiri, menentukan nasibnya sendiri, walau terkadang tidak semua sekolah memiliki sumber daya mumpuni. Ada rasa khawatir, bila tak ada kontrol, atau monitoring. Sekolah bisa kebablasan dalam menentukan bobot, ktiteria dan penghitungan besaran nilai.

Terkadang dengan naskah soal yang memiliki bobot tinggi, tingkat kesulitan yang luar biasa tinggi, namun hasil akhir tetap ada ditangan sekolah. Bisa diterka bukan...apa yang terjadi.

Mungkin ditahap awal sekolah perlu pendampingan, bukan doktrin yang memaksakan. Sekolah juga harus sudah melihat bukti dan contoh kongkrit, alat evaluasi seperti apakah yang dianggap bagus dan menghasilkan.

Ujian sekolah memang harus digarap serius, namun bukan berarti, dipaksakan dan menjadi beban bagi semua.

Post a Comment